JAKARTA – Dollar Shave Club (DSC) memiliki sejarah panjang dalam membuat iklan yang provokatif, lucu, dan mendisrupsi pasar pisau cukur tradisional. Kini, setelah lebih dari satu dekade sejak video peluncuran viral mereka yang ikonik, DSC kembali membuat gebrakan. Merek yang kini dimiliki ekuitas swasta ini meluncurkan iklan terbarunya, berjudul “We Put Our Money Where It Matters”, yang ironisnya, Iklan AI Dollar Shave Club tersebut adalah yang pertama dihasilkan menggunakan generative Artificial Intelligence (AI).
Iklan berdurasi 60 detik ini menampilkan rapat dewan direksi fiksi perusahaan pesaing yang disebut “Razor Corp” (sebuah sindiran langsung terhadap merek-merek pisau cukur lama) yang sedang berjuang memangkas biaya setelah DSC memperkenalkan produk “pisau cukur terbaik mereka”. Para pemimpin Razor Corp mempertimbangkan untuk memotong fasilitas mewah yang tidak masuk akal (seperti DJ di kantor), tetapi akhirnya, CEO yang tidak peka malah menyarankan untuk mengganti karyawan dengan AI sebagai langkah efisiensi yang paling murah. Dengan cerdas, DSC menggunakan teknologi AI untuk mengejek obsesi korporat terhadap AI dan “pemotongan biaya” yang tidak manusiawi, sambil tetap mempertahankan identitas jenaka dan anti-corporate B.S. mereka.
🎨 Seni Menyindir dengan Kecerdasan Buatan
Iklan yang dibuat bersama biro kreatif Too Short For Modeling ini adalah studi kasus tentang bagaimana sebuah merek dapat menggunakan teknologi yang hype tanpa kehilangan jiwa atau menjadi terlalu serius.
1. Teknologi Sebagai Punchline
Puncak komedi dalam iklan ini adalah ketika AI dijadikan solusi terakhir dan paling konyol bagi Razor Corp. Dollar Shave Club dengan sengaja menjadikan teknologi sebagai bahan lelucon untuk memperkuat proposisi nilai mereka: fokus pada produk berkualitas tinggi dengan harga yang jujur, bukan pada kemewahan korporat atau obsesi teknologi yang berlebihan.
-
Mengakali Kecerobohan Korporat: Keputusan CEO fiktif untuk memilih AI daripada menghilangkan jet pribadi menggambarkan pandangan DSC yang telah lama dipegang—bahwa pesaing lama terlalu fokus pada citra dan keuntungan, bukan pada pelanggan.
-
Membalik Narasi AI: Di saat banyak merek mempromosikan bagaimana AI akan “merevolusi” produk mereka, Iklan AI Dollar Shave Club justru menyiratkan bahwa AI, di tangan korporat yang salah, hanyalah alat pemotongan biaya yang konyol dan dapat diolok-olok.
2. Memanfaatkan AI untuk Visual Kompleks
Meskipun AI adalah punchline naratifnya, AI generatif digunakan secara praktis untuk menghasilkan visual yang mustahil dengan biaya dan waktu produksi tradisional.
-
Visual Absurd: Iklan tersebut menampilkan visual kompleks seperti gedung pencakar langit berbentuk pisau cukur raksasa dan adegan “uji coba hewan” di mana seekor gorila sedang bercukur di depan cermin. Dollar Shave Club dan mitranya memanfaatkan AI generatif untuk menganimasikan visual yang rumit ini, menyelesaikan keseluruhan proses pengembangan hanya dalam beberapa minggu. Ini menunjukkan AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk mempercepat visualisasi kreatif tanpa menaikkan anggaran secara drastis.
🚀 Mengapa Iklan Ini Efektif Secara Pemasaran?
Iklan ini bukan hanya lucu; ia secara cerdik menavigasi lanskap pemasaran konsumen modern yang semakin kritis terhadap konten yang dihasilkan oleh AI.
1. Membangun Kredibilitas dan Irreverence
DSC secara historis dikenal karena iklan low-budget yang jujur dan lucu (seperti iklan orisinal tahun 2012).
-
Menjaga Identitas Brand: Dengan menjadikan AI sebagai lelucon, DSC melindungi dirinya dari kritik bahwa ia sedang merangkul tren teknologi secara hampa. Merek ini menunjukkan bahwa, bahkan ketika menggunakan AI, brand voice mereka yang unik dan anti-kemapanan tetap menjadi yang utama. Mereka berhasil menggunakan AI sambil tetap terlihat skeptis terhadap penggunaannya yang over-the-top.
-
Relevansi dan Meme-Worthy: Dalam lingkungan konsumen saat ini, menarik perhatian adalah kunci utama. Iklan yang meme-worthy (layak dijadikan meme) dan irreverent (tidak sopan/kurang ajar secara komedik) seperti Iklan AI Dollar Shave Club ini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi viral dan mencapai earned media yang jauh lebih luas.
2. Kontras dengan Pesaing Lama
Iklan ini secara cerdas menempatkan DSC sebagai alternatif yang smart dan cool di tengah merek-merek Consumer Packaged Goods (CPG) lama yang cenderung kaku.
-
Fokus pada Nilai: Dengan menyindir pengeluaran boros Razor Corp, DSC menegaskan kembali proposisi nilai intinya: pisau cukur berkualitas dengan harga terjangkau dikirimkan langsung ke pintu Anda, tanpa B.S. korporat. Ini adalah strategi yang sama yang membuat mereka menjadi disrupsi $1 miliar di tahun 2016.
💡 Pelajaran dari Era Baru Iklan AI
Kasus DSC menunjukkan pergeseran penting dalam penggunaan AI untuk konten pemasaran.
1. AI Sebagai Alat, Bukan Gimmick
Penggunaan AI oleh Dollar Shave Club adalah pragmatis. AI digunakan untuk menghasilkan visual yang sulit secara cepat, memungkinkan tim kreatif mempertahankan timeline yang ketat dan fokus pada storytelling. AI adalah alat produksi, bukan inti dari pesan pemasaran itu sendiri.
2. Transparansi dan Kritik Diri
Di saat konsumen terpecah belah mengenai konten yang dihasilkan AI, DSC mengambil jalur yang berani: mengakui dan mengkritik teknologi yang mereka gunakan. Pendekatan ini secara implisit memberikan sedikit “perlindungan” pada merek tersebut, menunjukkan bahwa mereka menyadari kontroversi AI dan memilih untuk menggunakannya secara hati-hati dan dengan selera humor.
Iklan AI Dollar Shave Club adalah sebuah masterclass pemasaran modern: mengambil tren teknologi paling hangat, membalikkannya menjadi sindiran yang lucu, dan menggunakan alat itu sendiri untuk memproduksi sindiran tersebut secara efisien. DSC sekali lagi membuktikan bahwa humor yang tajam dan pesan yang jelas jauh lebih efektif daripada produksi yang mahal dan tanpa jiwa.
Baca juga:
- Bagaimana Sprouts Pemasaran Organik Pluribus Melesat di Serial Hit Apple TV
- Bagaimana Kampanye Pemasaran Terbaik 2025 Berhasil Menavigasi Masa Sulit
- Menjelajahi Kampanye Piala Dunia US Soccer dan Peran Brand
Informasi ini dipersembahkan oleh macan empire

